Selamat Datang di Website Romo Selamat Suwito
Selamat Datang dan Selamat Menikmati Blog Ini

SEJARAH IKHWAN

Kamis, 04 April 20130 komentar



AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN
Jama’ah Al-ikhwan Al-muslimun didirikan pada bulan dzulqa’idah 1347 H (Maret 1928 M) dikota ismailiyah, mesir. Setelah ada pertemuan dirumah Hasan bin ahmad bin Abdurrahman Al-banna, yang popular dengan sebutan Hasan Al-Banna yang dihadiri oleh 6 tokoh generasi awal ikhwan menyepakati Hasan Al-Banna sebagai pimpinan diantara mereka. Keenam tokoh ini adalah Hafizh Abdul Hamid, Ahmad Al-khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail ‘Izz dan Zaki Al-maghribi.

Hasan Al-Banna, pendiri sekaligus musyid’Am pertama Al-Ihwan Al-Muslimun, lahir di kota Mahmudiyah sebuah kawasan dekat Iskandariyah, Mesir pada tahun 1906. setelah menyelelesaikan kuliah di Daarul Ulum, kairo beliau meggeluti profesi sebagai guru sekolah dasat. Beliau aktif melakukan dakwah mengajak masyarakat untuk memperjuangkan kalimat Allah, hingga akhirnya terbentuklah Jama’ah Al-Ikhwan Al-muslimun.

Gerakan dakwah ini sebenarnya merupakan kristalisasi arus pemikiran pembaharuan yang telah dicanangkan oleh beberapa tokoh pembaharu sebelumnya, awalnya adalah gerakan Mahhabiyah, yang membawa islam kemasa salaf. Gerakan ini terinspirasi dari pemikiran tauhid Ibnu Taimiyah.

Setelah gerakan ini mulai meredup timbulah beberapa gerakan yang akhirnya terbentuklah Al-ikhwan Al-Muslimun dengan cita-cita menegakkan nilai-nilai Islam yang Syamil, kamil, dan mutakamil. Gerakan yang bertumpu pada proses tarbiyah ini secara gegap gempita direspon oleh masyarakat Mesir, khususnya para pemuda.

Gerakan ini semakin mendapatkan tempat diberbagai Negara, baik dari segi pemikiran maupun struktur. Factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan gerakan ini, DR yusuf Qardhawi menyebutkan:
Ia mengisi kekosongan gagasan yang kehadirannya dibutuhkan.
memiliki keistimewaan, kepribadian yang jelas dan memiliki sifat-sifat konkret.
memiliki pemimpin yang kharismatik, arif dan bijaksana, berwawasan luas, metodenya jelas.
memiliki pendukung yang setia dan berkomitmen tinggi.
tujuan yang hendak dicapai jelas dan tidak tergoyahkan oleh situasi dan beragam rintangan.
cara-cara untuk mencapai tujuan juga jelas, diketahui tahapan-tahapan dan langkah-langkahnya.
mempunyai sikap yang jelas terhadap isu-isu besar.

Rukun- Rukun Baiah.
Al-Fahm

Yang dimaksud dengan Al-fahm(kefahaman) adalah yakin bahwah fikrah kita adalah “fikrah islamiyah yang bersih”. Hendaknya engkau memahami islam sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas ushul al-isyrin (dua puluh prinsip).

Al-Ikhlash

Yang dikehendaki dari sifat ikhlas adalah akhul muslim dalam setiap kata, aktivitas, dan jihadnya harus dimaksudkan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT dan pahalanya, tanpa mempertimbangkan aspek kekayaan, penampilan, pangkat, gelar, kemajuan, atau keterbelakangan. Menjadi tentara fikrah dan aqidah bukan kepentingan dan ambisi pribadi.
Al-‘Amal

Adalah buah dari ilmu dan keihlasan.

Katakanlah,”bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”(at-taubah:105)
Al-Jihad

Adalah sebuah kewajiban yang hukumnya tetap hingga hari kiamat. Ini merupakan kandungan dari Hadist Rasulullah SAW “barang siapa mati, sedangkan ia belum pernah berperang atau berniat untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”.

Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati dan peringkat terakhirnya adalah berperang di jalan Allah.. diantara keduanya terdapat jihad dengan pena, tangan, dan lisan berupa kata-kata yang benar dihadapan penguasa yang dzalim.
At-Tadhaniyah (pengorbanan)

Adalah pengorbanan jiwa, harta, waktu, kehidupan, dan segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang untuk meraih tujuan.
At-Tha’ah

Adalah menunaikan perintah dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, saat bersemangat maupun malas. Tunaikan tanggung jawab yang diberikan dan seti padanya.
At-Tsabat (keteguhan)

adalah bahwa seorang akh hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid di jalan yang mengantarkan pada tujuan, betapapun jauh jangkauannya dan lama masanya hingga bertemu dengan Allah dalam keadaan yang tetap demikian.
At-Tajarrud(totalitas)

Adalah bahwa engkau harus membersihkan pola fakir dari prinsip nilai dan pengaruh individu yang lain, karena ia adalah stinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.
Al-Ukhuwwah

Adalah terikatnya hati nurani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh dan semulia-mulianya ikatan. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan sedangkan perpecahan adalah saudaranya kekufuran. Kekuatan yang pertama adalah kekuatan persatuan
Ats-Tsiqah (kepercayaan)

Adalah rasa puasnya seorang tentara atas komandannya, dalam hal kapasitas kepemimpinannya maupun keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang menghasilkan perasaan cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan.
Silahkan share artikel ini : :
 
Web ini dikembangkan oleh PUSAT MULTIMEDIA
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger