Selamat Datang di Website Romo Selamat Suwito
Selamat Datang dan Selamat Menikmati Blog Ini

Rabu, 10 Desember 20081komentar

Di suatu daerah, ada seorang yang bernama Hamdun yang dianggapberkelakukangila oleh sekitarnya. entah dari mana asalnya, tak satupun dari penduduk
daerah itu mengetahuinya. tiba-tiba saja hadir disana. kegilaannya biasa
datang pada malam hari. Hamdun akan bersyair dalam kegilaannya. padasianghari, terkadang ia berlari berkeliling pasar atau ikut bermain dengananak-anak. para penduduk sudah biasa melihat tingkah lakunya. merekatidakkhawatir pada anak mereka karena Hamdun tidak pernah menyakiti oranglainterlebih lagi ia sangat sayang pada anak kecil. ada saja orang yangkasihandan membawakan makanan untuknya buat berbuka puasa. setahu mereka,Hamduntidak pernah terlihat berbuka siang hari. tiada putus puasanya. yanglebihmengherankan lagi, Hamdun tidak mau tidur di sembarang tempat. ia lebihsukatidur di emper satu-satunya masjid di daerah itu. ia selalu tidur padapagihingga petang dan berjaga pada malam hari.-----------------------
Suatu malam, kala kegilaannya datang Handun bersyair:
wahai kekasih,padamu aku memujipadamu aku berbaktiengkaulah yang aku cintai
wahai kekasih,jangan kau tinggalkan akujangan kau benci akujangan kau cemburui aku
karena cintaku hanya untukmu
Setelah bersyair berulang-ulang memuji kekasihnya iapun mengakhirisyairnyadengan menangis.-----------------------
Siang itu singgahlah seorang musafir di masjid. setelah sholat dhuhur ia
keluar dan mendekati Hamdun yang sedang tidur. ia mencobamembangunkannya.tetapi Hamdun tetap saja nyenyak dalam tidurnya.
"wahai tuan yang sedang tidur, tidakkah engkau ingin melaksanakan sholat
dhuhur. janganlah engkau lewatkan waktu sholatmu dengan tidurpanjangmu",kata musafir itu sambil terus membangunkan Hamdun.Hamdunpun akhirnya bangun dan menatap si musafir lalu berkata, "apapedulimudenganku. aku sedang bermimpi bersama kekasihku. tetapi engkau telahmengusik keasyikanku dengan sang kekasih""tidakkah engkau ingin melaksanakan sholat untuk menyembah tuhanmu?",tanyanya."tuhan? tuhan yang mana? aku tidak menyembah tuhan. tiada sedikitpunkusimpan kata tuhan dalam hatiku. tiada tuhan..tiada tuhan..", jawabnya.
"Masya Allah, mengapa kau berkata seperti itu?", tanyanya lagi padaHamdun."aku hanya memuja sang kekasih dan tiada tempat untuk tuhan dihatiku",tekannya dalam jawaban."apakah agamamu, wahai tuan yang tidak bertuhan?", tidak percayanya sang
musafir akan perkataan Hamdun."aku? aku tidak beragama. aku hanya bercinta kasih. lalu apa agamamu?",baliknya bertanya."tidakkah engkau lihat aku berada dalam masjid. tentunya aku adalahseorangmuslim", jelas musafir masih dalam kebingungan."bila engkau muslim. aku ingin bertanya dimanakah tuhanmu berada, wahaiorang yang banyak tanya?", pertanyaan Hamdun ini membuat si musafirtiadadapat berkata-kata. ia diam bagai seorang bisu. lalu ia pergimeninggalkanHamdun."bah, engkau mengganggu tidurku saja. menyuruhku sholat tetapi engkausendiri tidak tahu dimana tuhanmu berada", kata Hamdun sambilmelanjutkantidur siangnya.-----------------------
wahai kekasih...wahai kekasih,tidak kuat aku menahan kerinduan initiada sabar aku untuk berjumpa denganmutiada kuasa aku untuk menggapaimu
wahai kekasih...wahai pujaan hati,kegilaanku akan dirimu semakin menjadi
wahai kekasih...wahai dambaan hati,aku sebut selalu namamu dan kupatri dalam hatiku
Musafir yang tadi siang membangunkannya, rupanya sedang mengamati darikejauhan segala apa yang telah diperbuat Hamdun. tidak percaya padaHamdunyang syair-syairnya berisikan kalimat-kalimat cinta yang indah. tidakpercaya bahwa Hamdun adalah seorang yang gila. karena rasa penasaranpadaapa yang telah Hamdun perbuat tadi siang padanya, iapun berjalanmendekatiHamdun. dan memberi salam, "assalamu'alaikum, wahai Hamdun...".Hamdun menoleh dan membalas salamnya, "'alaikumussalam...".
"sedang apakah engkau disini seorang diri?", tanya musafir"aku sedang memuji kekasihku...", jawabnya, "apakah keperluanmu malambeginiberada disini?""aku sedang memperhatikanmu dari kejauhan..", jelasnya."tidak adakah pekerjaan yang bermanfaat bagimu selain memperhatikankudalambersyair..", tanya Hamdun lagi."aku hanya berpikir tentang isi dari syair indah yang engkau dendangkan,
wahai Hamdun", jawabnya."mengapa engkau tidak sholat menyembah tuhanmu?", tanya Hamdun sambilberdiri"aku penasaran akan kata-katamu tadi siang yang membuat aku berpikirpanjangdengan segala yang kau ucapkan. maukah engkau memberiku penjelasandimanatuhan itu berada?", mohon musafir itu pada Hamdun"selama ini engkau menyembahnya tetapi engkau sama sekali tidak tahudimanaia berada. sungguh sia-sia segala apa yang engkau kerjakan itu, wahaimusafir..", jelasnya, "tuhan itu banyak..dan jangan sekali-kali lagiengkauberkata menyembah tuhan. karena engkau akan berada dalam kesesatan.engkaupasti bertanya mengapa aku tidak bertuhan dan mengapa tidak beragama,bukan?". musafir itu menganggukkan kepala."aku tidak menyembah tuhan tetapi aku menyembah sang kekasih, yaituAllahSubhaanahu wa Ta'ala. mengapa aku mengatakan tidak beragama karena Allah
tidak lagi memberatkannya padaku. karena aku telah menjadi kekasihNya.apapun yang Dia pilihkan padaku, itulah yang terbaik buatku. walaunerakayang diinginkanNya untukku, aku bersedia masuk kedalamnya dengan cintakasihNya. untuk apa aku memilih sorga bila tidak bisa menjadi kekasihNya
dantidak bisa berjumpa serta melihat keindahan wajahNya yang Maha Indahitu.aku ikhlas menerima kegilaanku karena ingin selalu bercinta denganNya.inilah kehendak yang Dia inginkan buat kebaikanku. inilah kesucian cinta
yang Dia inginkan dariku", katanya menjelaskan pada musafir itu."astaghfirullah ... Maha Suci Engkau, Ya Allah, dari segala prasangkaburukhambamu..", mohonnya pada Allah setelah mendengarkan penjelasan dariHamdun,"tapi mengapa sewaktu aku menyuruhmu sholat tadi siang engkau menolak?",
lanjutnya."apakah setiap perbuatan selalu harus aku pamerkan kepada semua manusia?
apakah engkau mengetahui kapan aku sholat tadi siang?", balik Hamdunbertanya. "tidak..", jawabnya."sesungguhnya amal yang baik adalah bila tangan kanan bersedekah tidakdiketahui oleh tangan kirinya. janganlah engkau pamerkan segala amalyangengkau lakukan karena itu semua akan menjauhkanmu dari Allah. engkauakanmemakan puji-pujian orang lalu engkau akan menjadi riya' karenanya.bukankahtidak jauh dari daerah ini ada sebuah hutan? aku pergi kesana untukmelaksanakan sholat dan meninggalkan tubuhku tetap terbaring dalamnyenyaknya tidur. agar orang melihat apa yang aku perbuat. dan tetapsepertiitu pandangan mereka", Hamdun menjelaskan."lalu dengan apakah caranya engkau sholat bila tubuhmu engkau biarkanterbaring dalam nyenyaknya tidur di depan masjid ini?", rasa ingin tahumusafir itu semakin menjadi."aku memakai tubuh kekasihku. Yang Maha Dhohir dan Maha Bathin", jawabHamdun dan lanjutnya lagi, "besok siang, setelah sholat dhuhur lihatlahtubuhku yang berbaring nyenyak di depan masjid. jangan sekali-kaliengkauganggu tidurku. lalu pergilah engkau ke hutan sana""baiklah..aku akan menuruti perkataanmu", musafir itu menyetujuipermintaanHamdun.setelah memberi salam, iapun bergi meninggalkan Hamdun yang mulaibersyairlagi.-----------------------
Keesokan harinya, setelah selesai sholat dhuhur, musafir itumemperhatikanHamdun yang sedang nyenyak dalam tidurnya. dan iapun bergegas pergimenujuhutan yang dimaksud Hamdun semalam. ia mencari-cari dimana Hamdunberada.musafir itu sempat terkejut ketika mendapati Hamdun sedang melaksanakansholat dhuhur di bawah teduhnya sebuah pohon tinggi. ia menunggu hinggaselesainya Hamdun melaksanakan sholat.
Setelah salam dan berdo'a, Hamdun mendekati musafir yang sejak tadidalamkebingungan."wahai Hamdun, aku tidak mengerti apa yang sedang engkau lakukan. akudapatitubuhmu terbaring dalam tidur yang nyenyak di depan masjid. dan akudisinimendapati pula engkau yang bertubuh melaksanakan sholat. padahal engkaukatakan semalam bahwa engkau pergi kesini dengan memakai tubuhkekasihmu",jelasnya masih belum sadar dari kebingungannya."wahai anak muda, apakah engkau ragu akan kekuasaan Allah?", tanyaHamdun.musafir itu menggelengkan kepada."Allah berkuasa pada semua orang pilihanNya. tiada mustahil segala apayangDia perbuat. mata yang engkau punyai itu adalah mata kasar. bila engkaumempunyai mata halus niscaya engkau tiada mendapati aku disana. ituhanyalahbayanganku saja. dan tubuh asliku yang sebenarnya ada disini, beradadihadapanmu. mengapa pula aku katakan aku memakai tubuh kekasihku?karenabila engkau melihat pada awal kejadian, bahwa sebenarnya tubuh ini hanya
mendindingi kenyataan sebenarnya. dinding itu akan hilang bila engkautelahmenyerahkan segalanya pada Allah. bila engkau tiada melihat dinding itu,
makaengkau telah memakai pakaian sebenarnya yaitu pakaian ruh. tetapi akutidakbisa menjelaskannya padamu tentang segala sesuatu mengenai ruh. karenaruhitu adalah urusan Allah. mereka yang tidak mengerti akan menghalalkandarahku", jelasnya."aku sedikit paham apa-apa yang telah engkau jelaskan, wahai Hamdun",katamusafir itu."sekarang lihatlah apa yang ada dibalik jubahku ini", kata Hamdun sambil
memperlihatkan sesuatu di balik jubahnya.cahaya terang memancar dari dadanya dan menyilaukan mata musafir itu.karenaterkejut dan takjubnya akan terangnya cahaya itu, iapun pingsan.
Tak berapa lama, ia sadar dari pingsan dan tidak mendapati lagi Hamdundisana. iapun berlari untuk menemui Hamdun yang sedang terbaring nyenyakdidepan masjid. sesampainya disana, ia membuka selimut yang menutupi tubuh
Hamdun. betapa terkejutnya lagi ia karena dibalik selimut itu hanyadidapatitumpukan-tumpukan batu. "Masya Allah...Maha Suci Engkau, Ya Allah....",panjatnya dalam keheranan."Ya Allah, siapakah Hamdun ini sebenarnya? siapakah orang yang misterius
ini? siapakah seorang penyair gila ini?", do'anya dalam hati.iapun pergi dengan membawa bermacam kebingungan. dan selalu memohonpetunjukpada Allah siapa sebenarnya orang gila yang ia temui itu.-----------------------
Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah, (QS 36:2)
Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding
(pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapatmelihat.(QS 36:9)
Silahkan share artikel ini : :

+ komentar + 1 komentar

Rabu, Oktober 12, 2011 9:12:00 PM

Tolong dituliskan nama Moyank dalam karya saya tersebut, judul aslinya: "Hamdun Penyair Gila". Terima kasih.

Poskan Komentar
 
Web ini dikembangkan oleh PUSAT MULTIMEDIA
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger